[Tulisan Absurd]

better not to read this post, you gonna feel so bored if you keep reading this!

 

[T U L I S A N  A B S U R D]

Setelah 15 plus 30 hari berada di dunia pengasingan, sekembalinya ke dunia nyata saya benar-benar kehilangan cara untuk berjuang. Jangankan cara untuk berjuang, bagaimana rasanya berjuangpun saya lupa. It’s been two weeks dan saya masih saja tetep leyeh-leyeh menjalankan rutinitas laiknya mumi. Mungkin ini yang namanya membiarkan sesuatu mengalir seperti air. Ternyata melelahkan. Berkali-kali batin saya memberontak untuk kembali ‘berjuang’, tapi apalah daya rasa malas ini mampu mengalahkan hasrat tersebut.

Selama 2 pekan ini, Alhamdulillah Allah masih memberi saya orang-orang yang tetap memotivasi saya untuk terus berjuang, I appreciate what they did. Mereka menyemangati saya berkali-kali “Chida, ayo skripsimu dikebut” , “Chid, sudah sampe mana skripsinya?’ “Da, aku udah dapet 15 lembaran sepertinya” “Chid, besok si Anu sempro” de el el. Tapi tetep aja ini motivasi nggak balik balik. Tiap kali saya coba untuk membaca entah jurnal atau hanya artikel biasa, adaaaaa saja yang mengalihkan perhatian saya dari bermesraan dengan mereka.

Belum lagi, 2 pekan ini saya merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam hidup saya, tapi sayangnya sampai detik ini pun saya tidak tau itu apa. Rasanya ingin menangis sejadi-jadinya tanpa alasan yang jelas.

Dan hari ini puncaknya, pagi tadi saya berada dibilik warnet selama 2 jam lebih, mendownload apa saja yang bisa saya download sambil sesekali mencari inspirasi untuk Thesis saya. Dan sore ini, ada foto alumni Chevening yang sedang melempar toga didepan Elizabeth Tower. Alumni dari Indonesia rupanya. Jiwa stalker saya mendadak muncul. Hal yang paling saya suka dari menguntit akun orang yang telah sukses adalah bukan saat foto foto saat dia sukses, tapi lebih kepada foto foto atau postingan saat mereka masih tengah berjuang mewujudkan mimpinya. Dan yap, sekitar satu jam saya menangis sesenggukan, menyadari bahwa hal hal besar hanya bisa diraih oleh pengorbanan pengorbanan yang besar juga. Hal hal hebat hanya bisa diraih oleh usaha usaha yang tidak kalah hebat juga. Ah tapi sayangnya manusia seringkali ingin enaknya saja, namun enggan menjalani prosesnya. ((berarti saya 100% manusia)) hahah .

Tulisan ini sengaja saya buat se absurd mungkin untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa dimana mana, yang namanya berjuang itu ya tidak enak. Dimana mana yang namanya berusaha itu ya sakit, perih, tapi toh hasilnya setelah itu akan mampu menghapus setiap rasa sakit itu? Toh nanti saat sudah diatas, kita akan lupa betapa perihnya jatuh dulu?

 

Ah ini tulisan bener bener tulisan absurd yang ndak layak dibaca. Bener bener tulisan yang kacau. Tapi ya gimana, lagi pengen nulis absurd dah. Biarin aja 😀

 

Saatnya merestart 2017!! Tahun ini, akan lebih banyak target yang harus dicapai!

 

what? why you just keep reading? I’ve told you, this gonna be so bored >.< hahahaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s